Lexnesia Indonesia Law AI Meet Lexnesia, your legal research partner. Independent infrastructure for the Indonesian legal profession. Every answer cited. Every regulation digitized.

Tentang Lexnesia

Infrastruktur AI regulasi independen untuk yurisdiksi hukum sipil.

Apa yang kami lakukan

Lexnesia adalah mesin AI untuk regulasi. Kami mengurai regulasi Indonesia hingga tingkat pasal, membangun graf amandemen dan rujukan silang antar-regulasi, dan menghasilkan jawaban yang dikutip ke pasal spesifik — dapat diklik, dapat diverifikasi, dan berlandaskan teks primer yang diambil dari korpus.

Untuk siapa

Pengacara, konsultan pajak, dan akuntan di kantor hukum yang melayani klien Indonesia maupun investor asing; tim hukum internal, kepatuhan, dan keuangan perusahaan; mahasiswa hukum; serta individu yang menghadapi situasi berbasis regulasi ketika bantuan profesional tidak terjangkau.

Apa yang membedakan kami

AI hukum yang dibangun untuk sistem common law (Harvey, Casetext, Legora) berbasis pencarian yurisprudensi — otoritas utama dalam sistem tersebut. Indonesia adalah yurisdiksi hukum sipil (civil law): peraturan perundang-undangan adalah yang utama, yurisprudensi bersifat sekunder. Meretrofit mesin common law untuk Indonesia berarti pembangunan ulang, bukan sekadar penerjemahan. Lebih dari 60% populasi dunia hidup di bawah sistem hukum sipil. Kami membangun infrastruktur untuk mereka, mulai dari medan pembuktian yang paling kompleks.

Ke mana kami menuju

Indonesia adalah titik awal kami, bukan batas kami. Mesin ini bersifat agnostik-yurisdiksi — arsitektur yang sama melayani Vietnam, Thailand, Filipina, dan setiap pasar hukum sipil yang belum memiliki pemain AI yang serius. Domain-domain yang berdekatan — perpajakan dan akuntansi — memiliki primitif penalaran yang sama dan sudah masuk peta jalan jangka pendek kami.

Pendiri

Didirikan oleh Sendy — 20 tahun sebagai eksekutif senior di industri perbankan, asuransi, dan fintech Indonesia. Mantan konsultan Boston Consulting Group. Mantan Kepala Strategi Bank Central Asia. Mantan CEO KreditGoGo dan Futuready.com. Mantan Direktur IT dan Digital Experience Bank Sinarmas. IT Maestro of the Year 2025. Saat ini mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia — pengguna dari produk yang sedang dibangunnya sendiri.

Apa yang tidak kami lakukan

Kami bukan kantor hukum. Kami tidak memberikan nasihat hukum. Setiap jawaban yang kami hasilkan bersifat riset — untuk ditinjau oleh pengacara atau penasihat, bukan untuk penyerahan langsung kepada klien akhir. Pengacara, konsultan pajak, atau akuntan selalu ada di dalam alur pengambilan keputusan.

Read in English →·以中文阅读 →